12
May
08

bicara kehilangan..

 

Mari bicara tentang kehilangan.

Tidak ada satu orang pun didunia ini yang mau merasakan kehilangan. Atas apapun, pun tidak atas uang 100 Rupiah dalam dompetnya. Sesuatu yang teramat menyakitkan, kehilangan itu, entah itu sedikit atau banyak.

Jadi mari bicara tentang sakit itu.

Teman saya, Rei, 30-sekian-tahun, tampan [believe me, he is-red], pintar, taat beribadah, dan semua apa yang seharusnya seorang pria seumurnya dapatkan. Datang dari keluarga sederhana tidak membuat dia jadi minder, justru itu memacu dia untuk jadi yang terbaik disegalanya. Menghabiskan masa sekolah di semua sekolah ternama di kota ini, dengan nilai yang sangat memuaskan dan membuat dia dengan mudahnya menembus UMPTN dan melanjutkan kuliah di Universitas Negeri di kota ini juga. Jangan menyangka, karena dia begitu giat belajar, lalu dia tidak menjadi seorang anak muda yang gaul, temannya datang dari berbagai kalangan. Dia tidak Cuma pintar di pelajaran sekolah, namun juga di banyak hal. Olahraga, musik dan masalah IT. Bottom line, he was doing great with his life. Pacar?hem, sekalipun tampan, dia tidak lantas jadi seorang playboy. Semasa sekolah dan kuliah, praktis hanya 2 orang wanita yang beruntung mendapatkan cintanya.

Lulus dengan nilai yang sangat memuaskan dari bangku perkuliahan, tidak lantas membuat dia mudah mendapatkan pekerjaan. Kembali dia harus berjuang dari 0 [nol – red]. Berangkat dari gaji Rp. 70.000,-/bulan per tahun 2000, dia menunjukkan bahwa dia bisa jadi yang terbaik disegalanya. Tepat di usia 28 tahun, jabatan sebagai seorang Branch Manager di salah satu perusahaan asuransi di kota ini membuat dia tidak lagi berkekurangan. Dan saat itu seolah semua terlihat menyenangkan dan semua terlihat sempurna baginya. Gaji yang lebih dari cukup, segala macam harta, ditambah kehadiran seorang kekasih hati yang bukan hanya cantik diluar tapi juga di dalam menambah kesempurnaan hidupnya. 3 tahun yang sempurna, 3 tahun yang menyenangkan baginya.

Di tahun ketiga, dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan tetapnya untuk terjun ke dunia wiraswasta. Dan he’s doing fine in the beginning of this new chapter of his life. Long time girlfriend yang dia miliki pun akhirnya setelah lebih dari 5 tahun bersama, menerima pinangannya. Yes, hidup semakin sempurna nampaknya. Lalu datanglah badai itu, chaos yang mengguncang poros hidup teman saya. Usaha yang dia rintis tiba2 harus mengalami kemandegan total akibat dana sekian juta yang dilarikan oleh sahabatnya sendiri, belum lagi masalah utang piutang yang menumpuk yang bahkan tidak mampu ditutupi oleh hasil penjualan semua aset yang dia miliki. Sehingga kejaran dari banyak pihak, ancaman dari kepolisian membuat teman saya harus buron sementara waktu. Seperti ini belum cukup, sang Istri yang baru dinikahi 6 bulan setelah lebih dari 5 tahun berpacaran meminta Rei untuk menceraikan dia, karena tidak adanya lagi nafkah lahiriah yang mampu diberikan. Bayangkan hancurnya dunia teman saya itu.

Jangan menasehati dia untuk mendekatkan diri pada Tuhan, jangan pernah. Karena dengan munculnya badai yang bertubi-tubi ditambah juga kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya, membuat teman saya tidak lagi pada posisi percaya pada Tuhan. Bukan dia tidak mendekatkan diri pada Tuhan. Seperti yang saya katakan diatas tadi, sebagai orang beragama, saya salut dengan segala ibadah yang dia lakukan. Hubungan dengan manusianya hampir sempurna, hubungan dengan Tuhan pun saya pikir baik-baik. Segala ibadah wajib dan tidak dilakukannya dengan benar. Saya sendiri heran, apa yang salah dari dia. Cobaan yang dia hadapi itu terlalu bertubi-tubi, kehilangan demi kehilangan yang bahkan saya ga yakin mampu menghadapinya setegar teman saya tadi.

Sekarang, Rei berada pada posisi menuntut pembuktian bahwa Tuhan ada. Hemm, saya bukannya tidak bisa menasehati dia akan keberadaan Tuhan. Tapi dengan cobaan seperti itu, saya rasa percuma saja saya berbicara terlalu banyak hal dengan dia, karena toh tidak membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik bagi dia. Jadi yang bisa saya lakukan cuma menemani dia saja.

Masih tentang kehilangan, ini yang membuat saya bersedih akhir pekan kemaren. Adik sepupu tercinta saya, tanpa diduga dipersingkat umurnya oleh Tuhan. Dan saya bahkan tidak sempat melihat dia menuju ke tempat istirahat terakhirnya.

 

In memoriam

 

ENRICO RICARDO

 

My beloved brother..

A very nice person to be with,

A caring and loving gentleman,

May God be welcome you to His side,

May you rest in peace,

You always live in our hearts

ALWAYS…

 

– sedih mode on –

 

Jadi bicara kehilangan, berarti bicara tentang sakit, bicara tentang harapan yang putus. Tapi saya masih tetap percaya, Tuhan punya rencana yang terbaik buat kita atas segala kehilangan yang harus kita alami.


35 Responses to “bicara kehilangan..”


  1. May 12, 2008 at 12:13 pm

    turut berduka atas kepergian saudara sepupunya stey
    semoga diterima Tuhan di sisiNya.

  2. May 12, 2008 at 12:15 pm

    turut berduka, stey..

  3. May 12, 2008 at 1:22 pm

    semoga arwah beliau tenang disampingNya yah …..

  4. 4 Eru
    May 12, 2008 at 3:53 pm

    Sorry to hear about your cousin Stey, may angels lead him in,

    and yeah God punya plan for all of us😦
    kalo ngomong sama dia uda ga bisa… wajar sih, too many things goes on
    and no-one except the one who feel the same or greater pain
    could understand…

    kita cuma penonton for them, such caring or comforting words mungkin
    uda jadi B*sh*t..

    So let’s hope for such people.
    for them that In PAIN,
    let’s hope they’re stronger,
    to raise them self from the darkness
    and to know that this is not the end of the world

  5. 5 edy
    May 12, 2008 at 4:26 pm

    turut berduka cita, stey

  6. 6 yw
    May 12, 2008 at 5:53 pm

    turut berduka… they say time heals… let’s just see if that’s true

  7. May 12, 2008 at 6:50 pm

    turut berduka.
    bos yg bkn hidup punya rencana yg lbh baik.

    percayalah
    *awas klo ga!!*

  8. May 12, 2008 at 9:10 pm

    haduh…berat, berat banget soal temennya itu

    turut berduka…semoga diterima di sisi-Nya, amin

  9. May 12, 2008 at 9:30 pm

    turut berduka cita mbak

  10. May 13, 2008 at 8:08 am

    big condolence.. ^^

  11. May 13, 2008 at 9:44 am

    turut berduka cita stey

  12. May 13, 2008 at 9:58 am

    “Turut berduka cita”

    “Setelah kesulitan pasti ada kemudahan”

  13. 13 The Bitch
    May 13, 2008 at 10:02 am

    sebuah kutipan sederhana yang sering saya kirimkan untuk sahabat yang berduka:

    kematian adalah perihal padamnya lampu karena hari telah beranjak pagi.

    Enrico akan tetap ‘hidup’ dalam hati sahabat dan kerabat. dan Rei, doakan saja, akan kembali tersenyum.

  14. May 13, 2008 at 10:06 am

    Saya percaya bahwa semua yang dipanggil Tuhan lebih cepat adalah orang-orang yang lebih dicintai-NYA. Beruntung sekali ia Stey, sepupumu tersenyum di samping-NYA.
    Untuk sahabatmu, manusia selalu diuji dengan banyak macam cara..
    Kesuksesan, Penderitaan, Kebahagiaan, bencana, bahkan Kehil;angan itu sendiri..
    untuk apa?
    Hanya untuk melihat seberapa besar kecintaan manusi pada Sang Khalik…

  15. May 13, 2008 at 10:45 am

    Deepest Condolence on ur lost, stey!
    Bicara kehilangan, seperti membicarakan diri ku sendiri
    sebentar lg genap setahun ayah ku berpulang
    gak kerasa, but I’m still lost

    tp seperti elo jg gw masih berharap adanya jalan dari Tuhan
    everything happen for a reason

  16. 16 tc
    May 13, 2008 at 12:17 pm

    kita baru bisa merasa sesuatu itu berarti setelah kita kehilangan sesuatu itu..

    btw… mudah2an bisa ceria lagi…🙂

  17. 17 endangpurwani
    May 13, 2008 at 12:26 pm

    ikut berduka Stey untuk sepupunya…..

    mungkin…..ketaatan beribadah tidak selalu berbanding lurus dengan keimanan….

  18. May 13, 2008 at 1:34 pm

    ujian itu kan pada dasarnya dibuat sebagai sebuah pembuktian bahwa kita pantas untuk naek tingkat. bukan pada tempatnya sepertinya menyalahkan sang Maha Pembuat Soal, karena Beliau yang sangat tahu siapa kita.
    btw, gw ikut berduka cita atas kepergian adik sepupu lo..

  19. May 13, 2008 at 1:48 pm

    turut berduka stey..
    namanya ujian, semoga bisa lulus dan tambah dekat kepada Tuhan.

  20. May 13, 2008 at 2:13 pm

    Turut berduka ya……….tak seorang pun tau kapan dipanggil oleh _Nya.

    Oh ya…..ttg temenmu.Kalau dia punya iman yang kuat dia pasti ingat bahwa hidup di dunia ini adalah ibadah. Sesuatu yang kita lakukan sekedar hanya ibadah apapun yang kita peroleh kemaren saat ini dan nanti hanya titipan semata. Seperti aku kehilangan nenekku (tulang punggung keluargaku), ibuku(yang selalu memberi dukungan aku) dan anakku (yang memberi semangat aku dalam hidup) dalam waktu yang bersamaan. Hanya waktu yang bisa mengobati segalanya dan paling tidak masih ada orang – orang yang masih menyayangi (keluarga-ayah,ibu). Sesuatu yang ada di dunia ini tidak ada yang kekal abadi. Semuanya akan kembali pada_nya. Jadi ingatlah kamu di saat kamu senang, dan ingatlah kamu di saat kamu sedih. Semua itu adalah perjalanan hidup yang harus dijalani dengan ikhlas. Karena sudah digariskan. Jika orang itu kuat kelak akan kembali bangkit lagi dari keterpurukan. Biasanya yang namanya manusia pasti ada orang yang istimewa yang mungkin mampu mengobati keterpurukan itu dan memberi semangat, sahabat-sahabatnya, keluarganya, dan tentunya dirinya sendiri.

  21. May 13, 2008 at 3:56 pm

    hmmm… bukankah semakin tinggi pohon jg semakin kencang angin yg menerpanya ya, mbak?
    btw, turut berduka cita atas kepergian sodaranya mbak stey…😦

  22. May 13, 2008 at 4:03 pm

    kehilangan itu gak enak bgt..
    *tp dr sesuatu yg ‘hilang’, psti akan datang ‘pengganti-a’*

    turut berduka mbak..

  23. May 14, 2008 at 7:34 am

    berikan waktu luang untuk sedikit bersyukur, atas segalanya. Tuhan ada bwd dia, karena Tuhan yang ngasi dia cobaan itu, Tuhan selalu ada disaat kita jatuh dan bangun, bukan disaat kita HANYA BAHAGIA saja

  24. May 14, 2008 at 12:23 pm

    Tuhan sudah melihatnya, bahkan sebeum Rei meminta…

  25. 25 maya
    May 15, 2008 at 1:07 pm

    turut berduka yah…..

  26. 26 nairasmile
    May 15, 2008 at 1:32 pm

    turut berduka ya stey…
    pasti kenangan enrico tetap hidup di hati orang2 yg menyayanginya…
    dan buat Rei…
    kl kata2 kepada dia sudah ga bisa…
    mudah2an..doa kita semua didengerin olehNya

  27. May 15, 2008 at 8:41 pm

    my deepest condolence, my dear. Semoga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.

    And also for your friend, Rei. Tuhan itu ada. Buktinya? Hidupnya bisa jadi seperti Roller Coaster begitu emangnya buah karya siapa? Dirinya sendiri? Nggak mungkin kan? Then pasti ada kekuatan yang lebih besar, somewhere…

    Now, lets play wise. Cobaan ga pernah diberikan lebih dari kekuatan manusia. Kalau sepertinya bertubi2, jadi memang segitulah kekuatan manusianya. Dan ujian biasanya didatangkan menjelang “Kenaikan Kelas”. Pesan untuk temanmu, dear, Jangan sampe nggak naik kelas… Sayang udah sampe sini…🙂

  28. May 16, 2008 at 9:19 pm

    turut berduka smoga dia mendapat tempat terbaik disisi Nya

  29. May 19, 2008 at 1:38 am

    benar… jangan bicara Tuhan pada orang yang sedang tidak bisa lihat kasih Tuhan ada dimana..

    bicara kehilangan?

    semoga cukup kuat buat lanjut dengan tidak dirasakan…

  30. May 19, 2008 at 8:15 pm

    Turut berduka cita yah Stey.. >_<

    wew.. kasian banget org itu.. hmm.. kalo bicara dari orang yang beriman.. mungkin Tuhan lagi kasi cobaan sama dia.. emank orang baik-baik tuh suka dikasi cobaan yang berat banget.. tapi aku doain deh.. semoga dia tetep tabah n’ bisa ngelewatin hari-hari beratnya itu.. kalo udah terlewatin.. pasti dia bisa menjadi org yg lebih sukses lg.. ^^

    anyway.. bicara soal kehilangan.. sama yah kyk aku yg lg suka meninggalkan barang. huhuh.. tapi bedanya..kehilanganku cuma materi.. n’ ga terlalu berharga..

  31. May 19, 2008 at 9:02 pm

    turut berduka cita. mudah2an yang ditinggalkan tabah ya.

  32. 32 -rei_chan-
    May 22, 2008 at 11:35 pm

    turut berduka cita.
    semoga amal dan ibadahnya diterima oleh-Nya
    dan arwahnya diterima disisi-Nya

    dan yg ditinggalkan diberi ketabahan ^^

    aku kira rei itu aku:mrgreen:

  33. May 27, 2008 at 12:24 pm

    saya turut berduka cita jeng stey..

  34. May 27, 2008 at 11:27 pm

    turut berduka cita ya stey, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan, termasuk elo

  35. June 9, 2008 at 2:20 pm

    Stey… jadi termehek-mehek nih, andaikan bisa terbalik bukan soal kehilangan tapi menemukan… ow,,,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: