21
Apr
08

Itu cinta yah?

 love

 

Kemaren malam minggu, ditengah2 bengong saya karena nungguin Iblis yang lagi nganterin Ibu pergi, saya menelepon teman dekat saya. Perempuan, early thirty, yang baru aja jadian sama seseorang dari kantornya. Kebetulan telepon saya diangkatnya. Sudah lama sih saya ga tahu kabar dia. Lalu setelah berbasa-basi menanyakan kabar, saya menanyakan kabar pacarnya. Jujur, waktu itu saya lagi ga mood mendengarkan curhat jenis apapun waktu itu, karena kebetulan saya pas capek dan ngantuk banget akibat begadang malam sebelumnya. Lagipula saya pikir karena dia baru saja jadian, jelas dunia masih serasa nirwana dong?. Ternyata saya salah. Satu pertanyaan dari saya tadi ternyata jadi jalan untuk membuka semua unek-unek yang selama ini ada di kepala dia. Teman saya ini emang ga selalu beruntung dalam hal percintaan. Jaman kuliah dulu, pacarnya meninggalkan dia begitu saja segera setelah teman saya bersusah payah membantu sang pacar menyelesaikan skripsinya, termasuk didalamnya begadang sampe pagi demi mengetik skripsi si Akang. Kemudian setelah itu saya tidak mendengar dia punya hubungan dengan siapapun, sampai akhirnya ketika kami bertemu pas acara pernikahan salah satu teman kami juga. Dan ketika itu dia mengajak saya makan dan mendengarkan ceritanya, bahwa saat ini dia sedang berhubungan dengan seorang laki2 yang masih sah menjadi suami orang. And I was like, “WHAT THE F**K??”. Okey, among semua yang sah dalam bercinta dan perang, saya paling menentang perselingkuhan atas dasar apapun. Dan karenanya saya paling ga napsu sama laki2 yang walaupun cakepnya se-Leonardo DiCaprio tapi kalau dia udah punya gandengan [baru pacar sekalipun-red], haram hukumnya buat saya menengok mereka. Karena saya respek dengan perempuan yang berada disebelah mereka. Karena juga saya ga mau menyakiti perempuan lain dan jelas karena saya ga mau karma berbalik sama saya.

Back to topics. Setelah terkaget2 in a few seconds, saya menanyakan kembali ke temen saya itu apa yang membuat dia harus seperti itu. Dia bilang, karena yang mengenalkan pun kakaknya, dan si Bapak ini memang sudah mapan semapan2nya. Dan teman saya itu menikmati banyak hal dari kemapanan si Bapak ini. Jemputan mobil mewah setiap hari, baju2 bermerk, sepatu2 high heels yang dia suka. Dan yah, saya yang tau betul sejarah percintaan teman saya ini, dimana kemanjaan macem gini tidak pernah dia dapatkan dari mantan2 pacarnya, tetap saya merasa itu bukan pembenaran atas tindakannya itu. Selain alasan itu, dia juga bilang bahwa si Bapak itu memang disuruh sang Istri untuk mencari a new wife karena istrinya sudah lama sakit dan tidak capable melakukan apapun. Tapi kemudian dia juga bilang bahwa dia sedikit curiga dengan cerita si Bapak karena dia pernah tidak sengaja bertemu sang Istri dan beliau terlihat sehat-sehat saja. Dan kalaupun sakit toh sudah sewajarnya karena sang Istri sudah berumur 50 tahun lebih, bahkan anak mereka sudah beranjak kuliah. Agak ga masuk akal sebenarnya cerita si Bapak, ditambah lagi dengan the fact bahwa setiap saat si Bapak pulang dan berkumpul dengan keluarganya itu sudah bisa dipastikan si Bapak tidak akan bisa dihubungi. Semua gadget tiba2 mati. Mencurigakan. Tapi lama2 teman saya sadar juga bahwa apa yang dia lakukan itu salah [errr..siapa saya ya kok ngejudge ini salah, itu salah..-red]. Dan memutuskan untuk meninggalkan si Bapak.

Sampai disini, lama saya ga ketemu dia dan saya cuma sempet denger bahwa teman saya udah pindah kerja. Sampai kemaren saya menelepon dia. Katanya she’s doing fine with the work she does, but she’s not doing fine with the new boyfriend that she had. Jadi ceritanya si Cowok ini dengan teman saya dari berbeda agama, dan dari awal pula teman saya sudah bilang bahwa dia ga bakal mau pindah agama atas alasan apapun. Hari2 pertama kesepakatan ini berlangsung baik, memasuki minggu kedua si Cowok mulai mendesak teman saya untuk membaca buku2 agama yang dia punya. Dan semakin kesini, teman saya semakin dipaksa untuk melakukan semua ibadah agama si Cowok. Dan teman saya jelas ga terima dengan ini, karena dia ga suka keyakinan dia diotak atik. Tapi si Cowok meyakinkan dia bahwa si Cowok sudah pengen banget menikah dan dia sudah cocok dengan teman saya itu dan cuma agama yang jadi perbedaan mereka. Makanya dia pengen temen saya itu pindah agama dan mengikuti dia. Sekali lagi saya cuma, HAH???. Saya ga setujuh lah. Saya tanya ke temen saya, apa dia mau ngikutin semua itu dan dia menjawab dengan ga mau dan dia udah ga tahan dengan semua paksaan itu, trus saya tanya lagi lha kenapa ga putus aja?Dia ga bisa jawab. Menurut saya, dengan semua ke-sok-tauan saya, teman saya itu cuma ga mau sendiri, cuma ga mau kesepian. Dan karena ga mau kehilangan si Cowok, dia mengiyakan setiap permintaan si Cowok, walaupun untuk seterusnya dia malah stress sendiri dengan segala keadaan tersebut.

Saya kasihan dengan keadaan teman saya itu. Hanya karena alasan tidak ingin sendiri, alasan ingin punya pacar, dia sampe mengorbankan banyak hal. Apa ya worthy yah?. Ya saya tau betul, keadaan ga punya pacar, ga punya kekasih, jomblo itu emang sepi, emang tidak segitu nikmatnya. Apalagi teman saya ini notabene tidak terlalu punya banyak teman. Jelas kehadiran seorang pacar emang dibutuhkan yah? Tapi masak hanya karena itu kita jadi mengorbankan banyak hal?

It goes for one of my friend too, yang karena keinginannya membahagiakan suami, keinginannya menuruti permintaan suami, dan ketakutannya -mungkin- akan kehilangan suami, dia sampai mau menanggung resiko hamil lagi, walaupun dia baru saja mengalami 2 kali miscarriage yang jelas2 tidak memperbolehkan dia berencana punya anak lagi dalam waktu dekat ini. Toh dia bilang, dia rela mempertaruhkan nyawanya demi seorang anak. Aduuh, apa malah ga riskan yah?Bicara kemungkinan terburuknya deh, seandainya ternyata dia memang harus [AMIT2!!!JANGAN SAMPE DEH!!-red] merelakan nyawanya demi anaknya, apa malah ga kasian si anak nanti?dan apa malah ga si Suami juga punya kemungkinan mencari Istri untuk sekaligus jadi Ibu bagi anaknya itu kan? Either way, it hard and sad. Makanya waktu denger dia hamil lagi, ya saya bersyukur tapi sekaligus agak was-was. Dan benar saja, baru menginjak bulan pertama, dia harus dirawat lagi di Rumah Sakit karena ada kemungkinan miscarriage lagi. Untung semua baik2 saja so far.

Tapi ya itu, saya cuma orang luar kan? Pendapat saya juga rasanya tidak dibutuhkan. Dalam kasus teman saya yang beda agama itu, dia jelas ga mau putus, padahal saya melihat hanya itu satu2nya cara supaya dia kembali ke pribadi yang semula.

Pertanyaan saya, apa ya atas nama cinta segala jadi sah?apa ya atas nama cinta, kita harus jadi orang yang tidak kita inginkan demi kebahagiaan orang yang kita cintai?Apa ya atas nama cinta, kita jadi harus melakukan sesuatu diluar batas kekuatan kita supaya orang yang kita cintai puas?Ketika kita berubah jadi orang lain didepan orang yang harusnya menerima kita apa adanya, apa itu namanya cinta?Jadi semua nrimo, pasrah, pengorbanan, sedikit “SAYA” untuk banyak “KITA” itu esensinya cinta?Lah..saya emang terlalu bodoh dan terlalu banyak bertanya.

Btw, SELAMAT HARI KARTINI, perempuan Indonesia!!!

 


60 Responses to “Itu cinta yah?”


  1. April 21, 2008 at 2:13 pm

    selamat hari kartini juga. maaf blm bisa komen apa2 soal isi postinganmu. lagi puyeng, not in a very good mood😦

  2. April 21, 2008 at 2:14 pm

    menurut saya, sebelum kita mencintai orang lain, kita harus mencintai diri kita sendiri.

  3. April 21, 2008 at 3:28 pm

    Tidak kulihat cinta itu.😀

    Tapi dalam hal ini tergantung ceweknya juga sih, jika dia rela untuk pindah agama kenapa tidak? Tapi jika tidak rela ya jangan.

    gitu ajaa kok repot

  4. 4 edy
    April 21, 2008 at 3:41 pm

    atas nama cinta?😆
    saya kok ga percaya… cinta tetep butuh bantuan akal sehat

  5. April 21, 2008 at 5:14 pm

    setuju…

    cinta tanpa pake akal itu bodoh…
    halo, makan tuh cinta, kalo ternyata cinta memang bisa ngasih segalanya…

    ah, saya masi suka jomblo dulu

  6. April 21, 2008 at 5:15 pm

    aku jadi ingat cinta bertepuk sebelah tanganku..
    oh ungaran..sungguh aku mencintaimu ungaranku…

  7. April 21, 2008 at 5:21 pm

    uhmmm… bukankah tanpa disadari kadang kita menjadi naif saaf jatuh cinta?
    susah utk tetap menjadi “waras” ketika cinta sedang menguasai.
    tp setelah akhirnya kita mengalami “sakit”, barulah semua ke”waras”an itu muncul lg ke permukaan.
    mungkin seperti itu kali ya kalo ngeliat kasus teman mbak itu.
    toh buntut2nya dia sadar jg kan bahwa apa yg telah dia pilih dan lakukan itu ga benar?

    btw, mencari seseorang yg benar2 bisa mencintai kita “apa adanya” itu kok susah bgt, ya?
    tanpa “memaksa” kita utk berubah menjadi sesuatu yg dia inginkan.
    dan sialnya, sering kali wanita yg berada dlm posisi ga enak itu.

    oh ya, Selamat Hari Kartini jg, mbak!😉

  8. April 21, 2008 at 5:22 pm

    mau berhitung berapa banyak cerita ala Cinderella hadir di dunia nyata??
    hehehe…

    kalo hidup bisa berulang2, kayak trial dan eror,..
    mungkin kita berlapang dada memilih saat ini mau mencoba yang mana…
    masalahnya hidup cuma sekali..syialll…

  9. April 21, 2008 at 5:22 pm

    btw,.. lupaaa…

    MET ULTAH!!!😀

  10. April 21, 2008 at 6:05 pm

    sampe sekarang saya masih bingung, cinta itu apa yak.. kayaknya cuma bagus di iklan dan dongeng2..😀 btw, apa bener non stey hari ini ulang tahun? ikutan kasih selamat, kalo gitu…🙂

  11. April 21, 2008 at 7:38 pm

    Klo menurutku siy, cinta itu tdk berarti melegalkan segala hal. Tp memang depend on pandangan masing2, krn masalah cinta ini kan soal emosi, personal. Jd klo buat si A berkoban nyawa demi anak itu sah2 aja, tp buat B belum tentu, itu bs diterima, krn pengalaman keduanya jg beda kan.

    Klo orang denger kisah cinta-q, byk yg bilang, gila emg klo udah cinta, pdhl menurutku siy aq ga berkorban apa-apa, krn aq mikir pake logika jg, ga melulu cinta…… kekekek :pp~

  12. 12 Okta Sihotang
    April 21, 2008 at 9:53 pm

    intinya cintailah dirimu sendiri baru cintai orang2 yang ada disekitarmu..😉

  13. April 21, 2008 at 10:45 pm

    hmm….jadi ingat seorang penyair arab berkata ketika dia sudah mulai dilanda asmara cinta sang hawa:
    Wahai Hamba Cinta….
    Cintailah seseorang yg kau cintai itu sekedarnya saja,
    Mungkin suatu saat dia akan jadi orang yang kamu benci

    dan Bencilah orang yang kau benci itu sekedarnya saja,
    Mungkin suatu saat dia akan jadi orang yang kau cintai

    Hargailah dirimu maka kau akan dihargai orang

    oce…^,^ slm knl,

  14. April 22, 2008 at 12:32 am

    Nalar kadang ndak bisa menjawab bila cinta ini berbicara . Sesuatu yang ndak mungkin jadi mungkin .
    eh cinta ki opo tho ?:mesem:

  15. 15 yw
    April 22, 2008 at 12:33 am

    cuma terlintas satu di pikiran gue: cinta sama desperate beda tipis ^^

  16. April 22, 2008 at 2:56 am

    cinta??? wah aku udah lupa tuh sama cinta2an… hidup itu ternyata gak cuma buat ngurusin cinta

  17. April 22, 2008 at 7:34 am

    biasanya sih, orang terlalu yakin dengan cintanya . . . .
    masih ditambah dengan meremehkan cinta orang lain . . . . 😛
    *bisik2 minta maaf lupa* met ultah ya, met hari kartini . .
    tetap rendah hati, tetapi tidak rendah diri . .
    *cintamu pada gothic sudah mulai memudar ya . . . .

  18. April 22, 2008 at 8:19 am

    ah lagi-lagi masalah yg gak penting yg selalu dilakukan manusia berulang-ulang

    *ah seandainya pertanyaan ini diberikan kepada Sang Pencipta, Kira-kira gimana ya jawabanNYA?*

    ultah ya? met ultah met hari kartini

  19. April 22, 2008 at 8:34 am

    selamat hari kartini untuk seluruh perempuan di INDONESIA…

    ditunggu warna warni perempuan untuk memajukan indonesia…

  20. April 22, 2008 at 9:05 am

    kasian, cewe itu keknya haus kasih sayang dan perhatian. tapi mungkin dia gak bisa ngeliat bahwa di sekelilingnya banyak orang yang bisa ngasih kebahagiaan. gak terbatas dari seseorang cowo aja…

  21. April 22, 2008 at 10:05 am

    huk uhuk, jleb!

    say no to betrayal!

  22. April 22, 2008 at 10:21 am

    ghazali pernah bilang bahwa cinta awalnya membakar, lalu membunuh. yah… keknya representasi yang tepat banget buat temenmu, mbak.
    terus… kata Miranda Risang Ayu, dua orang yang saling cinta akan saling membawa ‘gema morphis’ buat pasangannya. makanya mereka tambah lama tambah mirip mukanya, bisa weruh sak durunge winarah, seperti bisa baca pikiran pasangannya, dll gitu (geez.. dat’s scary).
    cinta sih buatku bukan kompelenter, bukan saling melengkapi. tapi saling ngerti dan bisa ‘ngomong’ dan paham. all about compromise.
    but, hey! how do i know?!

    (=

    ps: hafa helluva ride ahead! *tiup lilin, nyanyi hepi besdei*

  23. 23 cK
    April 22, 2008 at 10:50 am

    love is blind, bubt too much love will kill you

    kira-kira begitulah yang sering terjadi..😕

    btw, met hari kartini. dan met ultah?🙄

  24. April 22, 2008 at 12:55 pm

    wah.. gak bener itu dengan kata atas nama cinta segala sesuatu menjadi sah.. kalo jdi sah nanti penjara sepi banget..

    oh ya sekalian juga mo ngucapin, met hari kartini dan met hari bumi..

  25. April 22, 2008 at 1:10 pm

    jadi cewek, harus kuat dunk…
    jangan mau disetir2…gemezzzzz dechhhh!!!

    heheehehe…girl power!!!

  26. April 22, 2008 at 1:23 pm

    Ya… Kalau mencintai cinta, mungkin semua itu akan dilakukan…😀
    Tapi, itu bentuk cinta yang keliru (menurut saya lho ya)

  27. April 22, 2008 at 1:26 pm

    Eh? Ultah? Beneran nih? Selamat yaa…

  28. April 22, 2008 at 2:24 pm

    sampai sekarang saya sedang membreak down apa itu cinta?? dan blum ktmu jawabannya stey. bisa bantu saya?

  29. April 22, 2008 at 3:12 pm

    Heumm…bisa jadi untuk kisah yang terakhir, itu betul cinta. asal ikhlas aja ngejalaninnya.tapi yang patut dipertanyakan adalah, suaminya cinta ga yaa…ko maksa istrinya buat hamil lagi??hhehehehe… *komen sok tau dari orang yang belum bersuami*

  30. April 22, 2008 at 3:44 pm

    mengucapkan selamat hari kartini aja deh

  31. 32 nenkica
    April 22, 2008 at 4:22 pm

    ya itu lah cinta…..
    kadang manis kadang pahit
    kl liat dr crita diatas, ouw sangat sangat pahit sekali spertinya
    tp dr yg prnh kurasakan, kita akan mengikuti alur pasangan kita begitu pun sebaliknya.
    ya itu lah cinta..saling melengkapi dan saling memberi
    hayah…..

  32. 33 kw
    April 22, 2008 at 6:14 pm

    cinta? masih ada ya? bersyukurlah mereka yang lagi merayakan… tp kenapa harus selingkuh ya

  33. April 22, 2008 at 7:11 pm

    “”Pertanyaan saya, apa ya atas nama cinta segala jadi sah?apa ya atas nama cinta, kita harus jadi orang yang tidak kita inginkan demi kebahagiaan orang yang kita cintai?Apa ya atas nama cinta, kita jadi harus melakukan sesuatu diluar batas kekuatan kita supaya orang yang kita cintai puas?””

    Cinta tidak harus begitu..cinta adalah perasaan yang indah..tak ada paksaan..memang cinta itu memberi kebahagiaan pada orang yang kita cintai walau kadang itu sakit..tapi juga tak seharusnya membuat diri kita berubah ke keadaan dimana dia menginginkan kita menjadi yang dia inginkan…
    Mungkin itu sudah melewati batas akal sehat kalo harus selalu menruti apapun demi kepuasaan/kebahagiaan orang yang dicintai..

    lam kenal juga
    ZeRo

  34. April 22, 2008 at 8:46 pm

    Cinta itu hanya ada dalam lagu, kata orang sih!
    Hm… mungkin lantaran nggak ada diskripsi jelas mengenai ini

  35. April 23, 2008 at 3:52 am

    he…??? ultah…??? met aja deh…

    lho..??? saya kok nggak melihat dua kasus itu sebagai erasaan cinta ya…??? yang saya liat mah itu rasa kebtuhan yang berlebih walaupun nggak sampe ke taraf nafsu-ngebet-banget….

  36. April 23, 2008 at 9:58 am

    kalo kata ti pat kai: begitulah cinta,deritanya tiada akhir,
    susah jadi perempuan indonesia,banyak tuntutan,prianya aja hidung belang,perempuan masih dikondisikan jadi pihak yang mengalah terus untuk keutuhan rumah tangga,,ah bullshit itu

  37. April 23, 2008 at 11:16 am

    wah rumah baru nih… suit2

    klo menurut saya… ndak ada itu yg namanya cinta tulus suci dan ikhlas di dunia ini.. semua ada pamrih..

    kasus temen dirimu… sepertinya harus diikuti kata hati, kalo emang dia takut jomblo, takut kesepian, dan takut di vonis nggak laku, maka ada nilai yg harus dibayar untuk ketakutan itu, tp klo nggak takut ya putus aja..

    tp ini just opinion seh😆

  38. 39 blu3shoes
    April 23, 2008 at 11:41 am

    Cinta?
    Ada mantranya lho itu kayak mantranya jelangkung,
    datang tak dijemput pulang tak dianter…
    hahahahha

  39. April 23, 2008 at 1:47 pm

    ngeri juga kalo dah atas nama cinta….ga rasional…

  40. 41 maya
    April 23, 2008 at 3:39 pm

    mm..sepertinya apa arti cinta hanya bisa dijawab oleh yg mencinta itu sendiri . salam kenal yah🙂

  41. April 23, 2008 at 3:41 pm

    :mrgreen:

    menjawab pertanyaan itu cinta?

    jawabannya ENGGA

    tapi kenapa temanmu itu bersedia melakukan itu juga bisa dimaklumi.

    Di zaman modern seperti ini, sebenarnya tak banyak yang berubah dengan wanita. Hegemoni yang sangat berat sebelah di pegang oleh kaum pria sementara wanita dianggap warga kelas dua.

    Marah? silahkan tapi itulah kenyataannya. Dan saking lamanya proses ini berlangsung, ini menjadi semacam infiltrasi yang sempurna.

    Nilai yang meminta wanita untuk tampil dalam performa terbaiknya, mulai dari ukuran, warna, dll. Didasari akan ketakutan: Takut ga Laku (mangnya ente dagangan ya??). Menyebabkan sebagian dari wanita yang berusaha mendapatkan pasangan dengan cara merendahkan dirinya sendiri.

    Sedangkan lelaki, ada dalam posisi yang lebih baik. Jadi lebih santai dan pilih-pilih sana sini(seringnya sih pilih2nya sampe icip2 kedalamnya:mrgreen: )

    Sekarang tergantung wanitanya saja, apakah mereka ingin menajdi dirinya sendiri.. dan bersiap dengan konsekuensinya
    atau membiarkan dirinya dimanfaatkan nafsu lelaki.. juga bersiap dengan segala konsekuensinya

    ah, topik yang rumit
    *ngomong opo aku *

  42. April 23, 2008 at 6:18 pm

    cinta????

    mmm….kayaknya bukan deh!

    (btw, template-nya baru ya? cool…)

  43. April 23, 2008 at 6:28 pm

    heum heum… ingat! gue bukan pakar dalam bidang inih. *terkekeh kekeh malu*
    Tapi nurut gue, cinta biasanya bisa membuat kita jadi pribadi yang lebih baik. Mestinya. Kadang udah disakitinpun, udah dijadiin bulan2an pun, itu tetep membuahkan kebaikan buat kita. Nggak malah memancing kita jadi pribadi yang jahat, atau buruk.

    Nah kalo yang akhirnya membuat kita jadi lebih buruk.. wah gue nggak tau itu namanya apa, tapi yang pasti bukan cinta!

  44. 45 akudanmamehku
    April 24, 2008 at 7:29 am

    cinta itu kan harusnya bikin bahagia ya, so klo dia bahagia berarti itu cinta.. klo gak, berarti….

  45. April 24, 2008 at 12:45 pm

    yah…cari aja cinta yg bisa memenuhi hasrat namun tidak melenceng dr realitas yg ada….*maksudku opo iki* hehehe

  46. April 24, 2008 at 5:04 pm

    Seringkali akal dan hati tidak bisa bekerja sama dengan baik pada saat kita merasakan sebuah perasaan yang dinamakan cinta. Jadi yahh gitu deh,,apa yg dilakukan semua demi membahagiakan orang yg dicintai, walau diri udah tersiksa tapi tetep aja demi alasan cinta kekuataan itu bisa dtg.

    hati2 dengan cinta..
    pesonanya berkilauan, namun membutakan mata
    huahahaha..
    dangdut ga sih jeng bahasa gwe?😉

    *hidup perempuan indonesia!!!*

  47. April 25, 2008 at 10:22 am

    Saya tidak menemukan cinta di cerita ini. Selain pengorbanan akibat kebodohan🙂

  48. April 25, 2008 at 10:24 am

    hmm,, dan kenapa sepertinya yang banyak berkorban dan memaksakan diri dalam hal beginian adalah pihak wanita,, *apa cuma perasaan saya aja ya…

    salam kenal🙂

  49. April 25, 2008 at 2:50 pm

    oh god, ini bukan cinta!

  50. 51 CY
    April 25, 2008 at 5:51 pm

    Cinta itu sulit di definisikan, karena kriterianya berbeda2 pada setiap insan. Karena cinta itu relatif. 🙂

  51. April 25, 2008 at 9:13 pm

    oh ini soal cinta ya? mmm … kirain soal keinginan dan harapan. maaf oot😀

  52. April 27, 2008 at 11:33 am

    susah ye kalo udah atas nama cinta.

    cari serep dulu, baru bubar hehe

  53. April 29, 2008 at 4:01 pm

    berhubung tulisannya panjang , jadi komen dulu bacanya belakangan

  54. 55 restlessangel
    April 29, 2008 at 8:58 pm

    bisa jadi itu cinta.
    cinta kan banyak macemnya.

    tp, euleuh, emang plg riweuh, ngadepin temen yg ‘bodoh’ spt ini.maksute, udah tau salah tp teuteup aja dilakoni dan cerita hal yg sama berulang2.
    tp itulah asiknya punya sahabat perempuan !!! sebodoh kita, sahabat ga bakal berpaling dan sll mau utk dengerin cerita kita yg udah sering tjd.

    kita cuma pengin didengerin, bukan ?? ga dikasih solusi^^

  55. April 29, 2008 at 9:36 pm

    BUAT GUE… CINTA ITU ENERGY, yang harus bibagi pada ORANG YG BENER… buakn pada orang yang salah.

    SOMEHOW, untuk kasus yg pertama… BEEN THERE… cuma gue berada diposisi si Isntri. Gue tidak menyalahkan siapa2 dalam ahl ini… Karena, EVERYTHING happened, must have their own lesson to be learn for bour better living. Kalo gak ada masalah gitu, mungkin si ISTRI GAK BELAJAR JADI ORG YG SABAR… TRUS SI SUAMI JUGA TIDAK BISA MELIHAT KELEBIHAN ISTRINYA…

    Dengan masalah itu… suami jadi tahu, SEINDAH APA kilau yg dipancarkan WANITA yg ada disisinya itu…

    Buat si wanita yg jadi selingkuhannya… WELL… HIDUP INI SEPERTI GEMA my dear… kalo kita teriak… BANGST LOE… yg kita dengar juga pasti “BANGSAT LOE”

    Ketika kita berteriak “KAMU CANTIK”… maka yg akan kita dengar adalah… “KAMU CANTIK”…

    “APA YANG KITA TABUR… ITU YANG KITA TUAI…
    KITA MENABUR KEBAIKAN… KITA MENUAI KEBAIKAN…
    KITA TABUR YANG BURUK… KITA PASTI TUAI YANG BURUK JUGA…”

    Sooo, semoga sahabatmu bisa menangkap maksud dari kalimat itu…🙂
    (soal beda agama itu duhhh, berat bokk… BEEN there as well😀 )

  56. April 29, 2008 at 9:44 pm

    Soal anak… YOU KNOW… apapun adanya anak itu nanti… SETIAP JANIN YG TUHAN HADIRKAN DALAM RAHIM SEORANG PEREMPUAN, berhak untuk hidup…. kalo nantinya dia jadinya dititipin anak special needs misalnya… ya berati dia mesti berbahagia… karena diantara sekian abnyak orang tua… DIALAH YG DIPILIH UNTUK DITITIPIN ANAK ITU… karena DIA tahu,.. bahwa wanita ini pasti sanggup kasih yg terbaik untuk makluk ciptaan-NYA ini…

    BOKKKKKK…. mata gue sakit ngaih komen disini… ketjilllllll banget huruf2nya… lama2 bisa pake kacamata nih kalo gini…😀

  57. April 29, 2008 at 9:46 pm

    Steyyyy… sekalian hetrixx aja dech… hahahahaha…
    soal huruf yg kecil2 banget… ihhh, gue dimana2 komplen mulu yach… dirumah lama komplen… dirumah ini juga komplen… mau loe apa sich Sil???…. hehehe…

    Mau gue???…. HURUFNYA GEDEINNNNN…. bokkk, orang tua susah liatnya, wakakakakakakakakakakakak….😀

  58. 59 nairasmile
    April 30, 2008 at 9:43 am

    wahh…wah..kl harus pindah agama krn sayang…mendingan dari awal ga usah deh…daripada berdarah2 ntar..

    hmm..somehow..tipe perempuan indonesia itu banyak yg manut2…padahal…yg namanya relationship itu hubungan antar 2 orang yg berbeda…harusnya sih…dibicarain apa maunya…dan dicariin jalan terbaiknya…

    mengutip seseorang “jadiin pacarmu sahabatmu”
    so…kl merit..you can tell her everything…😀 peace ahh….:mrgreen:

  59. May 9, 2008 at 2:06 pm

    Wah wah, mengorbankan sesuatu itu bukannya part of thing called Love, love somebody and to be loved are just part of whole big thing called life.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: