19
Jan
08

Paps..

Bulan Januari ini ada banyak yang merayakan ulang tahun di keluarga saya. Salah satunya adalah orang yang paling saya cintai di dunia ini, Papa saya. Tepat hari ini Papa genap berusia 55 tahun dan tepat tahun ini pula, setelah sekian lama bekerja Papa memutuskan untuk pensiun dari pekerjaannya. Well, sebenernya beliau masih ingin bekerja sampai satu tahun kedepan, tapi kami anak-anaknya sudah merasa bahwa Papa seudah seharusnya beristirahat di rumah, dan tidak perlu lagi menghabiskan waktu ditengah pekerjaan yang menyita waktunya.
Waktu pertama kali Papa mengajukan option Pensiun Dini itu, saya adalah orang pertama yang langsung mengiyakan. Karena bagi saya sudah cukup sekian tahun melihat orang tercinta saya ini bergelut dengan tidak ramahnya keadaan udara. Papa bekerja di salah satu BUMN di Indonesia, di bagian Mesinnya. Dan itu membutuhkan kewaspadaan tingkat tinggi. Karena jika terjadi sesuatu dengan mesin2 itu, maka bisa dipastikan anda-anda yang berada di wilayah Jawa Bali tidak akan bisa menikmati indahnya berinternet, menonton tivi kabel, atau dingin AirCon, dll,dll lainnya. Pekerjaannya termasuk naik turun tangga menara yang tingginya naujubilah itu. Dan sebagai orang mesin, Papa dituntut harus bekerja secara shift. Artinya adakalanya dia harus masuk malam, pagi, dan siang. Dulu, ketika Papa masih teramat sehat, buat saya adalah hal yang menggembirakan melihat dia bekerja. Karena engga tau kenapa ya? Tidak seperti kami anak2nya yang baru beberapa tahun bekerja ini tapi sudah mengeluh tentang keadaan pekerjaan yang menurut ukuran kami tidak menyenangkan, yang menyebabkan kami terkadang malas bangun pagi hari untuk menuju ke tempat kami mencari nasi, Papa saya selalu memperlihatkan wajah yang sumringah setiap kali berangkat. Entah itu waktu siang, pagi, malam. Bahkan kalaupun dia harus berangkat dalam keadaan cuaca yang tidak bersahabat sama sekali buat dia. Tetap senyum itu.
Beberapa tahun lalu, kalau tidak salah waktu saya masih SMA, Papa mendapatkan 2 kali kecelakaan waktu dia pulang kerja. Hal ini mengakilbatkan kaki sebelah kiri Papa harus dipasang pen yang bikin Papa jadi tidak begitu sempurna lagi waktu melangkah. Oh, jangan salah..beliau tetap orang paling kuat yang saya tahu. Keadaan itu toh tidak menyurutkan dia dari pekerjaannya. Tetap senyum itu ada setiap kali dia pergi berangkat kerja. Satu2nya hal yang dikeluhkan beliau beberapa waktu yang lalu adalah bahwa sekarang dia tidak bisa lagi secekatan dulu jika harus memeriksa mesin2 yang berada dibagian atas menara kantirnya. Belum lagi proses naik turun tangga menara [yang bisa dilakukan beberapa kali dalam sehari-red] itu menyakitkan buat kakinya. Karenanya ketika option Pensiun Dini ini muncul, saya, anaknya yang paling tua langsung dengan sejuta kepastian memohon Papa untuk mengambil option ini.
Saya hanya ga tahan melihat Papa harus seperti itu.
Satu lagi, Papa adalah orang yang motorcycle-minded. Jarak dari rumah kami ke tempat kerja beliau, jika ditempuh dengan kendaraan pribadi kurang lebih 1/2 jam perjalanan. Tempat kerja beliau tepat dipinggir laut Jawa. Tepat berada dipinggir laut. Dan jarak itu biasa dan selalu beliau tempuh dengan motor kesayangannya, sebuah Honda CB 100. Sampai beberapa tahun lalu ketika dia mengganti motor kesayangannya itu dengan sebuah motor baru. Kerap kami berkata kenapa Papa ga beli mobil aja, tapi buat dia barang itu belum terlalu penting. Entah apa maksudnya.
Jadi bayangkan, jika orangtua anda, pada tengah malam buta, ditengah keadaan cuaca yang tidak bersahabat, hujan disertai angin deras, harus menempuh 1/2 jam perjalanan hanya bermodalkan jas hujan dan motor kesayangan. Giris kan? Itu yang kami rasakan.
Thanks God, per February ini kami tidak akan lagi melihat itu. Per February ini, Papa mulai menghabiskan waktunya di rumah. Oh jangan takut, untuk orang seperti beliau, saya yakin tidak ada yang namanya Post Power Syndrome. KArena Papa adalah orang yang punya pandangan bahwa setiap hal yang kita punya adalah milik yang Diatas. Dan beliau sudah teramat siap dengan rencana Pensiun Dini ini. Kebetulan beliau adalah orang yang tidak bisa diam, beliau juga orang yang teramat religius. Di tempat kami beribadah, ada saaj yang bisa beliau kerjakan. Dari mulai memimpin Paduan Suara, mengorganisir perkumpulan Kaum Bapak, atau sekedar jadi pemandu lagu di tiap Ibadah. Selalu ada yang bisa beliau kerjakan.
Bicara tentang orang tercinta saya ini, pasti tidak akan menemukan titik. Beliau adalah tipe lelaki yang pasti saya cari untuk menjadi suami saya nantinya. Mama, tidak pernah putus mensyukuri the fact beliau mendapat pria dengan segala kualitas yang dimiliki Papa saya. Waktu masih muda, Papa saya cakep banget lho. Yang naksir beliau wuuu ada banyak banget. Karena selain tinggi, ganteng, Papa juga pretty fashionable, great dancers, party goers pula. Beliau punya sense of Bad boy dalam penampilan beliau. Kata Oma, Papa itu anaknya yang paling ga bisa diatur, dan dulu pacarnya datang dan pergi sampai Oma ga punya kekuatan buat mengingat mereka semua. Papa juga bandel. Entah berapa kali dalam masa kecilnya hantaman dari mulai rotan, sampai ancaman dimasukkan ke Panti Asuhan diarahkan buat beliau. Kami selalu tertawa abis, kalau mendengar semua cerita mengenai kenakalan Papa dulu. Makanya waktu beliau bilang mau merit dengan Mama saya, hampir seluruh keluarga besar Papa waktu itu shock. Karena Mama termasuk orang yang well-known ditempat saya beribadah. Saya berulang kali menanyakan apa yang menarik dari Mama dibandingkan pacar2 Papa dulu [yang believe me, cantik, genit, dll. Saya tau karena saya kenal beberapa dari mereka, hehehe-red]. Beliau bilang Mama orang yang paling mengerti beliau, dan dengan Mama, beliau bisa melihat semua kehidupannya dimasa akan datang.
Jangan pernah menanyakan tanggal berapa mereka berdua jadian? Well, sampai sekarang ini pun, saya belum pernah mendengar Papa dan Mama saling mengucapkan kata such as, Aku Sayang Kamu, Aku Cinta Kamu. Belum pernah!!. Kata mereka, kata tuh ga penting. Toh memang itu yang saya lihat dari hubungan mereka. Saya selalu melihat kesejajaran dari pria dan wanita. Saya selalu melihat cinta itu ada bahkan sampai sekarang ini. Papa yang dengan sabar meladeni Mama dengan segala kecerewetan dan keperfeksionisannya, juga Mama yang begitu sabar melayani Papa dengan segala kekeras kepalaannya. Toh, saya belum pernah melihat mereka ribut besar. Kalaupun iya, paling hanya untk hal yang bener2 remeh. Papa adalah orang yang mencintai keluarganya diatas apapun, well dibawah Tuhan off course. Setiap kali pulang kerja, beliau selalu mampir ke kamar anak2nya satu persatu dan memastikan semua ada disitu. Beliau selalu berusaha dekat dengan kami anaknya. Walaupun kami semua perempuan, toh Papa selalu bisa menularkan virus2 kecintaannya pada beberapa hal tertentu seperti sepakbola, GP, F1,musik2 jadul juga musik2 keras favoritnya dll,dll buat kami. Papa juga ga pernah lupa menyertakan musik dalam setiap kegiatan keluarga kami. Papa juga orang yang ga sungkan untuk terjun ke pekerjaan rumah tangga. Mencuci dan memasak semua bisa dilakukan dengan baik. Indomie rebus, Nasi goreng, Kopi susu buatannya adalah yang paling nikmat dari semua yang ada didunia ini. Papa ga akan segan memenuhi setiap permintaan kami. Papa juga suka hal seperti mengantarkan kami berangkat kerja. Janga bohong padanya, apalagi tentang bersenang2. Papa pasti tau jenis minuman apa yang baru kami minum. Dia orang pertama yang mengenalkan saya pada rokok, yang waktu itu saya tolak dengan semangat, ga enak kata saya. Papa juga selalu mengingatkan, mau dugem sampai pagi skalipun inget bahwa hari minggu adalah hari Tuhan. Papa juga senantiasa mengingatkan kami akan pentingnya kehormatan keluarga. Papa tidak pernah meminta apapun dari anak2nya selain menjadi anak2 yang mencintai Tuhan dan keluarga. Yang mengharukan, ga tau kenapa setiap kali kami pulang membawakan sesuatu buat beliau, entah mahal atau tidak, raut gembira itu selalu ada. Papa juga orang yang paling mendukung apapun yang kami rencanakn bat masa depan kami. Papa orang paling bijaksana dan paling tenga, juga bisa membantu jika suatu ketika kami harus menghadapi masalah. Papa orang yang selalu dapat kami andalkan buat lari dan berlindung. Buat Papa, kami adalah Bintang, Kegembiraan dan Kasih Sayangnya. Buat kami, Papa adalah laki2 yang paling baik sedunia.
Aduhh..terlalu banyak, yang bisa diceritakan mengenai beliau ini. Yang pasti, saya dan adik2 saya, tidak putus berdoa supaya pasangan jiwa kami adalah laki2 yang memiliki semua yang Papa punya. Beliau terlalu baik, tidak sempurna tapi, entah ya..dimata saya dan adik2 saya beliau sempurna sekali. Hari ini beliau berulang tahun. Semalam, kami membuat pesta kecil buat beliau. Sepotong Black Forest, dan lilin seadanya kami persembahkan buat beliau tepat jam 12 malam tadi. Seneng lho melihat beliau menyukai kejutan kami itu. Doa bersama tadi malam memohon semua yang terbaik buat beliau, ditutup dengan kecupan selamat ulang tahun dari kami satu2 buat beliau.

Dear Paps..Happy Birthday..
You and Mams are the best thing that a child could ask for.
Me, Ade and Vina are so proud becoming your angels.
We love you so very much. We do.
Because you are the sunshine and our place to come home always.
I know God love you always and every single of your way, Paps..
LOVE U
and once again
HAPPY BIRTHDAY!!!!

gambar diambil dari sini


0 Responses to “Paps..”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: