06
Jan
08

Ada yang Salah?

Ada yang salah gitu kalau saya punya banyak, dan i mean buaaaaannnyyaaakk sekali teman dengan jenis kelamin lelaki? ada yang salah gitu kalau saya suka bergaul dengan mereka?. Dan ada yang salah gitu kalau teman-teman saya itu bukan hanya dari sisi putih saja?. Mau tau? 2malam lalu mendapat kabar, salah seorang teman saya tertangkap oleh pihak berwajib dikarenakan kedapatan sedang pesta [well, saya ga bilang pesta secara cuma ada 3orang disana ] dengan beberapa [cuma 4 lah..] linting weeds. Shock, kaget, semuanya. Berita yang ternyata benar adanya. Satu lagi teman saya yang akhirnya harus merasakan dinginnya jeruji besi, dan mulai lagi malam gerilya dikomunitas kami. Beberapa orang memandang aneh sama saya, kenapa saya mau bergaul dengan mereka2 itu? FYI saja, bukan cuma satu teman saya yang pernah merasakan dingin sel di kantor itu. Ada banyak, tapi toh saya tetap enjoy bergaul dengan mereka. Kenapa? ENtah ya..call me psycho..tapi saya suka dengan kejujuran yang mereka punya. Saya suka dengan cara mereka memperlakukan teman. Dalam susah dan senang. Seperti sekarang [yang sudah terulang kesekian kali-red], ketika salah seorang dari kami mengalami kesulitan seperti ini, maka kami semua dengan keadaan yang seadanya ini, dengan cuma beberapa lembar rupiah yang ada dikantong kami, tidak segan untuk membanting rupiah2 itu demi sang teman. Demi udara kebebasan. Heh..
Kadang saya suka mengartikan beberapa pandangan orang yang melihat saya dengan aneh. Oke jadi begini, saya, perempuan, 20 something, dengan cara berpakaian yang keliatan sekali terawat dan datang dari keluarga baik2, pokoknya tipikal cewek baik-baiklah, jam 2 dini hari nongkrong dengan tidak kurang dari 10 orang kaum adam [catat, semuanya cowok] dengan cara berpakaian, dengan aksesoris yang berbeda. Beberapa dari mereka malah terlihat preman sekali. Nongkrong, makan bubur ayam, genjreng2 gitar, menciptakan beberapa bait lagu. Ada yang salah? Toh saya ga pernah melakukan apapun kecuali nongkrong. Merokok?Minum?Hanya terkadang, biasanya saya lakukan bila puncak ketidaknyamanan saya dengan dunia sudah melampui batas. Toh sampai sekarang saya baik2 saja. Toh sampai sekarang mereka bener2 menjaga saya. Menjaga dalam arti sesungguhnya. Mereka akan menjadi orang nomor 1 yang mengcounter setiap pergerakan pihak lain yang mencoba membuat ulah dengan saya. Pernah saya mendapat sms tidak penting, dari orang yang tidak penting pula. Tau apa yang mereka lakukan? Jika saya tidak mencegah, orang tidak penting itu pasti sudah babak belur dikotanya. Karena rombongan ini sudah siap untuk menggempur mereka habis-habisan. Bagaimana dengan orang tua? Well, orangtua saya jelas tau dengan siapa saya bermain. Dan mereka kenal teman-teman ini, yang anehnya selalu jadi alim dan rapi kalau berkunjung ke rumah saya. Dan toh orangtua saya menerima mereka, walaupun disertai pesan pintar-pintarlah menjaga diri. Lalu, Iblis? Wah..kalau dia ga ada masalah dengan komunitas ini. Toh ini salah satu komunitas dia juga. Teman-teman dia juga.Dia percaya mereka. Walaupun dia juga berpesan buat jangan terlalu bermain ke komunitas ini jika dia tidak bersama saya. Dan atas ijinnya juga, beberapa teman dikomunitas ini jadi peneman kesepian saya, dengan janji2 makan disore hari sepulang kerja, saat Iblis ga ada.Jadi jangan artikan saya bermacam-macam dengan mereka. Seribu residivis pun yang menjadi teman saya, saya tetap punya prinsip yang saya anut. Saya berteman. Saya menikmati itu. Tapi bukan berarti saya langsung memplagiat atau terpengaruh dengan gaya hidup mereka. Ya tidak..toh saya punya kewajiban, saya punya rumah yang harus saya jaga tinggi.
Lalu apa saya punya teman yang normal?
Weks..jangan salah, punya..banyak juga. Yang tipe2 eksmud gitu ada beberapa. Punya karir di bank, punya karir di BUMN, punya karir disini, disitu. Banyak..
Dan saya punya pertemanan yang baik juga dengan mereka. Dan saya punya janji2 after work juga dengan mereka, lengkap dengan atribut kerja yang kami punya. Jas-jas neat, dasi yang mengikat leher, segala macam gadget yang kami punya, tempat2 bertemu kelas atas dikota ini. Well, saya ada. Saya menikmati.
Lalu ada pula teman-teman dari tempat kami sekeluarga beribadah.
Sekali seminggu masih saya usahakan menyapa mereka satu persatu. Sekedar berkumpul membahas hal2 ketuhanan dan alkitabiah yang saya juga ga ngerti-ngerti amat. Tapi saya berusaha ada disana. Penyeimbang.
Lalu ada lagi teman-teman dari dunia maya. Dunia ini. Dari komunitas ini, satunya komunitas di dunia maya yang saya ikuti alurnya dengan teratur. Satu-satunya komunitas didunia ini yang saya dengan berat hati saya ijinkan untuk melihat muka jelek saya ini. Hei, anda-anda sekalian juga teman-teman saya kok.
Itulah dunia saya..
Dan akhir-akhir ini, saya merasa [dan juga keluarga saya-red] merasa saya terlalu banyak menghabiskan waktu diluar sana. Dan saya menyadari itu. Menyadari banyaknya waktu yang saya gunakan buat teman-teman itu. Keluarga menggeliat, minta diperhatikan. Lucu sebenarnya, mama dan papa yang pada dasarnya tau kalau 3 bidadarinya memang sakau dengan yang namanya pertemanan, dan akhirnya cuma bisa bilang luangkan waktu paling tidak satu hari untuk mereka berdua. Dan saya patuhi itu. Bukan dengan terpaksa. Saya toh tidak mau meninggalkan dua orang tercinta saya itu sendirian setiap hari menikmati hari tua mereka. Dan saya toh menikmati juga waktu yang saya habiskan bersama mereka. Menikmati wajah Papa yang tertawa dan ceria setiap menceritakan setiap lekuk kota yang kenal kepada kami [walaupun kami sudah mengenal lebih akrab dari beliau juga..hehehe..], dan senandung mama yang juga dengan keriaan tersendiri di dapur mungilnya menyiapkan penganan teman kami sekeluarga berkumpul. Saya mungkin memang sudah terlalu jauh dari rumah ya?. Dan saya menikmati setiap percakapan yang kami punya. Hem..bagaimanapun harumnya teh buatan Papa dan kue buatan Mama adalah yang saya cari disetiap akhir hari saya.

Well, teman..mengertilah..kalian semua bintang buat saya. Kalian semua galaksi bima sakti saya. Dan maafkan kalau kadang saya harus kembali ke bumi tempat saya berpijak. Kembali ke harumnya rumah saya. Jangan khawatir teman, kehadiran kalian berarti sekali, kalian warna hidup saya. Hitam atau putih atau apapun..

Another postingan yang aneh..udah ah..capek..kembali ke Semarang..


0 Responses to “Ada yang Salah?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: