21
Dec
07

Saya mo bicara tentang mandiri.
Mandiri, stey? Iya mandiri. Mandi sendiri? Bego nih..bukan..Mandiri yang bank itu? Itu lagi..jelas bukan..
Ini tentang mandiri yang artinya tidak bergantung pada orang lain.
Well..
Berbicara tentang mandiri khususnya buat perempuan jaman ini berarti bicara tentang banyak hal. Tapi yang mau saya jlentrekan disini adalah kenapa perempuan sekarang harus mandiri?Apakah saya mandiri? Mungkin..Secara finansial, saya sudah mandiri. Sudah kurang lebih 7 tahun ini saya melepaskan diri secara finansial dari orangtua. Walaupun masih tinggal satu atap dengan orangtua, karena mereka sama sekali tidak mengijinkan saya untuk keluar dari rumah kecuali saya berada di luar kota, tetap saya membiasakan diri saya untuk mandiri. Secara pribadi, well walaupun terbiasa berpikir sendiri, masih untuk beberapa urusan saya meminta pertimbangan dari orangtua, juga beberapa orang terdekat saya, [including sang Iblis..hehe-red]. Apakah saya sudah mandiri? Entah, saya belum tau sejauh mana saya sudah mandiri. Saya pikir saya sudah mandiri, tapi kayaknya juga belum. Arti kata mandiri untuk wanita seusia saya mungkin berarti saya tidak bergantung dengan siapapun. Padahal untuk beberapa hal saya masih bergantung pada orangtua, keluarga [ belum bisa membayangkan jika mereka ga ada..-red], dan Iblis. Well, ketergantungan saya pada Iblis bisa dilihat bahwa jika dia berada disini, saya pasti menuntut dia untuk bersama saya, despite that he has other things to do. Sometimes he just say No, but most of the time he just say YES, to wat so ever my demands. Jadi kali ini, saya memutuskan untuk beberapa hari ini mengambil weekend sendiri. Biasanya setiap memutuskan untuk menjelahi kota lain kami pasti memutuskan bersama. Tapi sekarang tidak, saya juga ingin merasa sendiri. Kemarin memutuskan untuk pergi ke Jogja weekend ini Ketika saya beritahukan ke dia, sempat dia agak keberatan dengan maksud saya ini. Dia khawatir apa saya bisa atau tidak. Waktu saya beritahu, sebelum bersama kamu pun, bukannya saya sendiri, jadi apa bedanya? Dia tetap ga terima. Tetap dia berkata, bahwa dia akan bersama saya, seandainya pekerjaan dia sudah terselesaikan. Well, Iblisku saya bukannya menolak, tapi saya benar2 butuh untuk kembali ke saya yang dulu yang tidak terlalu mengalami kecanduan tergantung pada dirimu. Saya kepengen jadi wanita yang pergi kemanapun bebas [walaupun saya tetap ga mampu tidur sendirian dlm kamar hotel..;)] toh saya butuh lepas dari kamu barang sejenak..
Jadi apa saya sudah jadi independent woman seperti yang selama ini saya agung-agungkan. Entahlah, setelah saya pikir2 ga mungkin saya jadi independent 100% kan? Toh saya juga ga lupa saya punya tangan dan pundak2 lain kan? Toh sekuatnya saya sebagai perempuan, saya tetap butuh dipeluk dan dimanja kan?Lagi pula saya emang tidak kepingin jadi mandiri banget. Saya memang memutuskan segala sesuatu sendiri, tapi tetap saya butuh banyak pemikiran lain. Saya merasa saya kuat sendiri, tapi toh saya tetap lebih senang tertawa dan menangis dengan seseorang disamping saya.
Hemm..apakah faktor usia dan keberadaan seseorang atau banyak orang menjadi alasan saya memutuskan untuk tidak terlalu mandiri? Mungkin.

Hei saya lupa cerita, jaman dulu beberapa mantan saya malah pernah bilang saya terlalu mandiri sebagai perempuan dan betapa menurut mereka, mereka tidak merasa dibutuhkan oleh saya.

Sekarang? Entah, menurut kamu?
So apakah seorang perempuan harus mandiri penuh? Saya lemparkan bola panas ini pada anda..

0 Responses to “”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: