12
Oct
06





So..
Dalam beberapa kali kesempatan dalam hidup ini, kadang aku menyesali apa yang baru saja gw lakuin, aku pikirin ato apapun. Tapi pada masa selanjutnya kayaknya semuanya happens for a reason.
Aku terdiam dipertengahan hari ini masih diatas gedung ini. Memandang sejuta kesibukan kota ini di antara himpitan pemukiman yang jauh dari kenyamanan yang aku rasakan disini. Waktu disini berlalu dengan cepat. Sebentar, dalam hitungan detik kesedihan merayapi batin aku. Entah karena apa. Ketika dendam masih ada dan tertanam pada sekian puluh penyesalan masihkah aku harus bertahan dengan semua ini?
Mereka menguatkan dan membuat aku mati seketika. Sungguh adalah sebuah hibah yang tak terkira perasaan ini.
Ketika malam aku habiskan hanya dengan tatap kosong pada sebuah pendar layar, maka semakin lama otak ini semakin pecah. Tangan ini sudah tidak mampu lagi memegang setiap kesempatan yang ada. Dan sekian hari setumpuk hitam pekat itu semakin menggayuti alam bawah sadarku, sememntara diluar sana kembali tidak ada apapun. Aku lelah…sungguh teramat lelah..mata ini hanya ingin terpejam…
Kembali dan berlutut memohon ampun sebelum aku beradu dengan mimpiku
Adalah Sang Empunya Hidup dengan segala kekekalanNya
dimana aku senantiasa bertanya dan mengadu
memohon pada setiap helai dzikir…
Kantukku sudah tiba,
aku harus beradu dengan setiap mimpiku…


0 Responses to “”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: