15
Feb
06

February, 13th 2006
Satu jarak lagi terlalui dalam petualangan ini. Sebuah petualangan yang aneh. Dimana hari-hari itu? Ketika pilihan ditentukan dan ketika kebencian dan sakit jadi alasan utama untuk berdiam. Dimana hari-hari itu. Detik yang berlalu sampai pada detik itu. Detik ketika semuanya jelas. Perjalanan panjang dengan akhir yang melelahkan seluruh akalku. Ketika pilihan harus didasar akan akal sehat dan keadaan. Bukan hanya nafsu. Sejuta untaian kata yang tidak hanya terlempar ke tanah tanpa pernah dimengerti. Sejuta taburan desah yang hanya teruntai dalam lantunan malam itu. Gelap yang penuh tanya dan jawaban. Gelap yang penuh nafsu dan mimpi. Gelap yang penuh kasih karenanya. Untuk pertama kalinya candu itu kutancapkan. Dan disinilah aku, dengan segala kekurangan dan kelebihan gw. Amarah, kesombongan, keinginan untuk menang bercampur dan tidak ada pemenang dari semua itu. Karena aku mungkin akan kalah. Dan akui itu. Kebingungan yang terenda. Hati yang terbagi dengan amarah dan cemburu. Kata tidak lagi perlu ketika pelukan ungkap semua kenangan dan pilihan.
Dan kamu membuat aku tertawa. Pada kepolosan cara berpikir yang aneh. Yang tidak bisa dimengerti sampai kapanpun. Mungkin seperti kamu tidak akan memahami kerja otak ini. Dan kamu membuat aku marah pada setiap kata yang keluar, pada setiap manja yang muncul.
Ya kamu..hehehehe…


0 Responses to “”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: