28
Mar
05

Just a thing from my stupid brain

Haluw,
Lama nggak posting..tiba2 pingin posting nih..hehehe… There’s a lot of things happens in here, salah satunya banyak temen2 ku yang tiba2 minta pindah dari sini, tapi masih di satu perushaan Cuma beda kota. Sebenernya gpp, karena kita dah janji kalo emang ada peluang pindah ya gpp, Cuma sayangnya, mereka pada ngajuin pindah pada waktu bos gue masih membutuhkan mereka semua, jadinya agak2 gimana gitulah..agak2 buah simalakama gitu deh. Gue males sebenernya ngomong ini, tapi bolehkah gue berdoa agar mereka jangan dipindah dulu, Tuhan coz gue ngga yakin bisa ngelepasin mereka dalam waktu dekat ini. Inilah salahnya manusia ketika mereka terlalu nyama berada dalam suatu lingkungan mereka lupa bahwa itu semua bisa diambil dari mereka dengan begitu cepat. Tell me about it, gue dah sering ngrasain hal2 kayak gini. Kehilangan orang2, teman, sahabat, pacar disaat gue udah mulai merasa nyaman bahkan menyayangi mereka, mungkin memang benar, gue ngga boleh terlalu menggunakan perasaan gue, coz it hurts so very much to see the one u love walk away from u. dan sebagai manusia yang amat sangat normal dalam segala hal gue ngga suka ngrasain sakit macam gini. Soalnya gue tau ini bakal menghantam emosi gue yang paling dalam. Ah.. gue emang penakut. Pada dasarnya gue emang takut terhadap segala sesuatu yang baru, gue takut terhadap segala sesuatu yang nggak gue kenal, basicly gue Cuma takut pada kesepian. Itulah jawaban dari semua ini. Kemarin baru aja beli en baca buku PUING, tau? Itu buku yang dibuat sama anak2 milis trueedee-list, milis buat penggemar Dee, termasuk gue walopun gue baru 3 bulan ini aktif disitu. It’s a kind of a good book, walopun mnurut gue tema yang diangkat terlalu unfamiliar buat masyarakat kita. It talks about after life en life after death. Serem? Mungkin, but entah karena gue suka otak gue diracuni sama filosofi2 pengarang2 muda ini ato emang gue sebenarnya pengen mati, gue jadi tertarik ma kematian. Sayangnya gue terlalu takut untuk mati seperti Kalyana salah satu tokoh dalam PUING. Gue takut ntinya gue masuk neraka kalo gue mutusin untuk mengakhiri hidup gue. Oke tertawalah..gue mungkin terdengar sedikit atheis, tapi percayalah..the roots of religions is deep within my blood thanks to my big family. Walopun sebenarnya kadang disaat2 tertentu (terutama disaat2 biru-which is manusiawi sekali..hahaha- ) gue mempertanyakan konsep Ketuhanan yang ada. Oke tertawalah lagi. Tapi ini bener adanya, gue kadang bertanya dengan segala kerendahan hati dimana Tuhan waktu dunia ini dalam kekalutan, oke mungkin terlalu luas, waktu gue dalam kekalutan. Tapi kalo gue liat lagi, sekalut, sebiru, sesedih2nya gue, Tuhan selalu menunjukkan bahwa Dia ada dan berkuasa. Contoh kecil, waktu putus sama pacar gue, gue ngrasa hidup gue mandeg. Dia bahagia disana dengan pacar barunya yang lebih cantik dan seksi begitu juga dengan seluruh anggota keluarganya, ternyata semua tidak seperti yang terlihat. Entah kenapa,- sesuatu yang deep inside me kusyukuri tapi juga kumaki- orangtuanya ternyata masih menganggap gue ada. Dan mereka kehilangan waktu gue memutuskan untuk mundur dari kehidupan keluarga mantan gue itu sekedar memberikan space buat mantan gue supaya dia bisa menyusun hidup barunya lagi. Bapak, orang paling cuek dikeluarga itupun menanyakan kehadiran gue (ini buat gue besar kepala..hahaha…). dan ternyata hidup ex gue itu ngga seindah yang gue bayangkan..which make me very happy jahatnya…itu salah satu contoh nyata bahwa waktu gue mulai nggak percaya Tuhan, Dia muncul en ngasi tau gue kalo Dia ada. Kinda amazing ya?.Btw back to PUING, satu hal yang gue bikin heran, semua pengaran itu (seperti yang disebut Bondan Winarno dalam kata pengantar dibuku ini) sama sekali belum pantas en kayaknya nggak punya hubungan yang dekat sama kematian. Coz they are young,great, excellence, and from what I read they all have a wonderful life,and it makes me curious why on earth do they discuss about death like they know it very well. And it amaze me. I wonder did they have a true experience like mine, I mean did they ever feel losing someone, or did they ever experience by theirself the after life world. Gue ngga tau, yang pasti satu kesimpulan yang gue dapet adalah ternyata manusia2 yang pahit, jujur, apa adanya,menyakitkan, have no fear teramat banyak didunia ini, dan gue mendapat kehormatan untuk bergabung dengan anda semua wahai teman2 (ijinkan saya memangil anda semua teman) dunia tidak nyata gue…Kayaknya segini aja dulu..kapan2 gue terusin lagi posting gue..oke..

Regards
[ste]


0 Responses to “Just a thing from my stupid brain”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: