26
Mar
05

A Story

Di suatu minggu siang yang tidak terlalu panas, seorang gadis berjalan di pelataran parkir sebuah kampus ternama di kota ini. Panggil dia Nadine maka dengan seketika dia akan menoleh dan memajang senyumnya. Nadine bergerak dengan santai tidak termakan waktu, seolah waktulah yang mengikuti dia. “Nad…”, sebuah suara memecah relaksasi Nadine. Dia menoleh mencari sumber suara itu. Matanya melihat Re dan Ryan sahabatnya setengah berlari menghampiri dia. Dihembuskannya napasnya dan dikembangkan senyumnya seketika demi melihat keduanya. “Hai..whats up?”, tanyanya setelah dekat. “Lo pulang bareng sapa?”, Ryan ganti bertanya. “Angkutan, kenapa?”, jawab Nadine. “Bareng aja non, kebetulan kita mo ke atas.”, ucap Re. “Ehm…ngga ah..males..ntar ngrepotin.”, jawab Nadine. “Alah..ngrepotin apa coba..lu kan Cuma duduk, diem, ya sekali-kali cerita apalah gitu..gampang kan?”, sahut Ryan. “Ngga usah protes deh..sekali-kali okey?”, Re memotong Nadine yang akan mengeluarkan keberatannya.

About these ads

0 Responses to “A Story”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: