
gw suka pura2 jadi orang lain. Bener…kayaknya enak aja membiarkan jiwa gw melayang dan digantikan dengan jiwa lain. Kadang kalo lagi nggak ada kerjaan, gw mencoba menjadi orang lain. Jalan2 di mall contohnya. Komunitas manusia yang sedemikian banyaknya nggak ada yang kenal gw. Ngga ada yang tau cerita tentang gw. Jadi disanalah gw, berpura-pura jadi orang lain. Jalan dengan gaya yang lain, sok anggun, sok feminin, sok kaya..*hihihihi…* angkuh, sok semuanya deh. Dan kadang banyak yang tertipu dengan itu. Bukan berarti gw suka menipu, cuma im enjoying being somebody else who wasn’t me, thats all. Kadang that somebody else could be anyone around me. My mother, my friend, and sometime someone i don’t like.
Let me talk about my days. Sekali lagi gw lagi menikmati kebebasan disini. Bebas dari belatung frigid yang sama sekali ngga lucu itu. Gw heran sama dia. Waktu pertama kali gw kenalin sama seseorang, yang dia lakukan adalah menatap dari atas ke bawah dengan padangan menilai yang menjijikan, dan kemudian membuang pandangan ngga jelas gitu. Hey..so what kalo dia bukan bos seperti pacar lo, gw suka jalan sama dia. Hidup gw fine2 aja kan. Kemudian setelahnya sama sekali belatung ngga mau menatap dia. Fuck belatung, hehehe..makin lama kebencian gw makin hidup aja. Makin ngga bisa dibendung. Mr.G pernah bilang, i should talk with her..yaiks..talk with that thing, never lah. Hidup dia terlalu lurus buat gw. Kita ngga sepaham, dan lagi ngapain gw nogomong hal2 ma dia. MALES!!!
Enwei, jam kebebasan gw mau berakhir, gw mesti siap2 pulang..Huhu…sabtu yang menyenangkan!!!
Archive for February, 2006
Tuesday, February 21, 2006
Gw harus gimana, jujur gw mungkin mulai suka dia. Dengan segala yang dia usahakan buat gw. Semua kesabaran yang ada untuk menghadapi kekeraskepalaan gw, sementara dia laki2 dengan ego yang amat tinggi. Semua perhatian yang ada buat gw sementara gw selalu mencoba menolak. Semua percakapan yang membuat gw harus berpikir, dan menyadari ternyata dia ada. Mungkin gw mulai menyayangi dia. Mulai ingin memperhatikan dia. Maaf ya…Tapi gw emang ngga bisa menolak semua yang datang ini. Datang terlalu tiba-tiba tanpa gw rencanakan. Dan membuat gw takut, dan mencoba untuk mundur sebentar sekedar mengambil napas segar. Karena berada dekatnya, tiba-tiba semua persediaan oksigen gw terserap habis. Hah..pusing gw..Jujur aja, gw mulai suka dia. Tapi gw selalu berusaha melawan semuanya itu. Gw nggak tau. Gw bingung. Gw kangen sama dia setiap dia nggak ada. Tapi gw juga nggak yakin dengan perasaan ini. Nggak taulah..gw bener2 bingung…
Monday, February 20, 2006
“Gw pikir lo ngga ada jodoh sama dia deh”,
“HAH???!!!”,
“Lo denger yang gw bilang tadi kan?”,
“Iya gw denger, tapi maksudnya apa?”,
“Ya itulah maksudnya”
“Kok lo bisa ngomong kayak gitu”,
“Ini soal perasaan Ni..”
“Perasaan??”
“Iya… gw cuma punya feeling lo ngga ada jodoh ma dia”
“Emmm..bukannya lo suka dia?”
“Suka tuh kata lain Ni, ini soal jodoh”
“Gw nggak ngerti…”
“Apa sih yang bisa lo banggain dari cowok kayak dia, gw tanya coba”
“ Ehmmmmm….”
“Lo ngga bisa jawab kan Ni, karena emang jawabannya ngga ada”
“Kok lo sengak gitu si Na”
“Gw cuma ngga suka aja dengan gaya pacaran lo berdua..”
“Hah??”
“Tapi sekali lagi, lo dan dia yang menjalani, dan gw cm penonton…”
-imaginary conversation with a friend of mine…-
Saturday, February 18, 2006
Mengalami kebosanan luar biasa dalam hidupku. Mungkin tidak sebosan ini beberapa hari yang lalu. Hari ini sang bapak kembali lagi. Dan ibunda sudah kembali ceria, sementara gw menangis. Menyebalkan banget!!!!, Ah..rak penting, yang penting nih hari sabtu.hari pendek, segera pulang!!males dengan kantor yang semakin lama semakin membuat gw ngga betah, bukan dengan kantornya lebih dengn personelnya..HUH!!!!!
15 februari, 2006
Dan dari semuanya
Kamu menghidupkan
Dan membunuh aku
Dengan tepat
Dan dari segalanya
Kamu memberikan
Dan mengambil nafasku
Dengan tepat
Dan diatas semuanya
Kamu menyinariku
Dengan matahari pagi
Dan menghembuskan hujan
Yang dinginnya menyakitkan
Dengan tepat
Dan atas nama semuanya
Kamu memberi kebahagiaan
Dan mebuatku mendera tangis
Dengan tepat
Dan karena segalanya
Aku membiarkan diri
Tersenyum dan terluka
Karenanya
Dan karena segalanya
Aku memberikan
Sekeping hati
Untuk hancur bersamaku
Dihadapanmu
Sekeping lara
Penuh asa cinta dan kasih
Yang terkoyak dan terbuang
Dan malam ini disini
Lirih dan bersujud
Aku memohon
Ijinkan untuk sesaat
Aku menikmati namamu
Dalam sakit, sedih, airmata
Dan dera
Karena hanya untuk malam ini
Ijinkan aku memeluk
Sekedar bayangmu
Untuk bersama menyaksikan
Asa yang patah
Merasakan rindu yang tertahan
Mengecap hati yang terluka
Melihat airmata yang turun
Meresapi tanpa akhir
Dera dalam peraduan
Gelap ini
Dalam untaian dzikir kubawa,
Semua siksa dan rindu
Dalam nafas doa kulantunkan
Seluruh dera dan tangis
Karena semuanya harus diakhiri
Dengan tepat
Dan ijinkan aku
Malam ini
Untuk sekedar menyebut dan merindumu
Dalam tidurku
Karena tak ada lagi peluk yang tertinggal
Tawa yang tersisa dan kecupan yang menenangkan
Kamu meracuniku aku dengan tepat
Karena aku yakin dari semula
Kamu tak akan memilih
Dan aku miliki
Maka aku memilih untuk menyerah
Bukan untuk kalah
Tapi demi seluruh kebahagiaan
Yang pantas ada dan kamu miliki
Dan ijinkan aku
Untuk tidak melangkah bersamamu
Dalam perjalanan bahagiamu itu
Doa dan harap aku titipkan padaNYA
Aku sayang kamu sungguh
Yang membuat aku kuat
Untuk mengambil jalan ini
Karena aku yakin
Bahagiamu adalah bukan aku
Dan aku tahu
Sejak semula melihatmu
Jutaan detik yang lampau
-jawaban dari pertanyaanmu semalam
sungguh bukan yang kuharapkan-
February 14, 2006
Valentine Day
Aku membayangkanmu
Pada peraduanku malam ini
Ketika ada seseorang yang lain
Terbaring di sini
Tepat disebelahku
Dan ketika aku percaya
Sosok lain ada disampingmu
Aku memimpikanmu
Pada malam ini,
Pada saat kita bersama
Saat candu kau tancapkan
Ditubuh dan jiwaku
Yang wanginya tertinggal
Di peraduanku
Ketika malam itu
Dengan sejuta tawa
Kau ungkapkan deritamu
Tanpa tangis, hanya senyum
Seakan semuanya tiada ada
Saat aku menyambutmu
Dan setiap dera itu
Dan ketika angin membelai kita
Pada malam ini
Aku merasakanmu dipelukanku
Saat disini terbaring jiwa lain
Dan ketika angin membisikkan
Padaku akan hadirnya
Jiwa lain disampingmu
Betapa pelukan yang teramat erat
Dan enggan terlepas
Seperti sejuta kesesalanku
Harus berlalu dari kita
Aku menciummu
Malam ini
Disini diperaduanku
Ketika jiwa lain menyambut
Kecupan ini
Dan awan menggariskan pesan
Kecupanmu telah dipersembahkan
Untuk kehadirannya.
Aku bercinta dengan bayangmu
Malam ini disini di peraduanku
Dan tangan lain lembut
Merangkulku disini di peraduanku
Dan daun melambaikan napasnya
Betapa hangat dirimu dalam rangkulnya
Dan ternyata
Aku mendekam dalam inginku
Untuk menghabiskan jalan ini
Untuk menunggu fajar nanti
Untuk menghabiskan gelap ini
Untuk memelukmu, menciummu
Dan bercinta denganmu
Betapa candu itu
Terlalu indah
Yang kubiarkan tumbuh
Dalam rongga dada ini.
Dan memilihmu untuk
Tetap diam dalam sel otakku
Walau tatap lain
Mencoba menghapusnya
Walau selaksa dogma
Melarangnya
Tapi rasa itu ada dan tumbuh
Hanya untuk kamu
Dalam tidurku
Dalam diriku
Dalam mimpiku
Dalam selingkuhku…
Gila…
-perandaian semalam diperaduannya-
February, 13th 2006
Satu jarak lagi terlalui dalam petualangan ini. Sebuah petualangan yang aneh. Dimana hari-hari itu? Ketika pilihan ditentukan dan ketika kebencian dan sakit jadi alasan utama untuk berdiam. Dimana hari-hari itu. Detik yang berlalu sampai pada detik itu. Detik ketika semuanya jelas. Perjalanan panjang dengan akhir yang melelahkan seluruh akalku. Ketika pilihan harus didasar akan akal sehat dan keadaan. Bukan hanya nafsu. Sejuta untaian kata yang tidak hanya terlempar ke tanah tanpa pernah dimengerti. Sejuta taburan desah yang hanya teruntai dalam lantunan malam itu. Gelap yang penuh tanya dan jawaban. Gelap yang penuh nafsu dan mimpi. Gelap yang penuh kasih karenanya. Untuk pertama kalinya candu itu kutancapkan. Dan disinilah aku, dengan segala kekurangan dan kelebihan gw. Amarah, kesombongan, keinginan untuk menang bercampur dan tidak ada pemenang dari semua itu. Karena aku mungkin akan kalah. Dan akui itu. Kebingungan yang terenda. Hati yang terbagi dengan amarah dan cemburu. Kata tidak lagi perlu ketika pelukan ungkap semua kenangan dan pilihan.
Dan kamu membuat aku tertawa. Pada kepolosan cara berpikir yang aneh. Yang tidak bisa dimengerti sampai kapanpun. Mungkin seperti kamu tidak akan memahami kerja otak ini. Dan kamu membuat aku marah pada setiap kata yang keluar, pada setiap manja yang muncul.
Ya kamu..hehehehe…
Everytime you near well I try to runaway,
But when we meet seems I can let go
Everytime you leave the room
And my feet are fading like a flower
Fading like a rose
Roxette, fading like a flower –
And thruogh it all
She overs me protection
A lot of love and affection
Whether I’m right or wrong
And down the waterfall
Wherever it may takes me
I know that life won’t break me
When I came to call
She won’t forsake me
I loving angel instead
-Robbie Williams, angel – sorry kalo salah
Semua bisa bilang tak ada nafsu belaka
Tak ada yang meragukan gilanya semata
Siapapun merasa nikmat yang kurasa
Yang ada
Selagi kita berjuang meraih bahaya
Pero, somos libres siempre
Solamente por tu vas
Siapapun merasa, gila yang meradang
Yang ada, menggarang
Dan kau pun
Melayang hanyalah selingan, dan kaupun
Merasa di alam yang hitam
Siapapun bahagia
Adanya hararpan menjulang, dan kau pun
Menggapai di alam yang hitam
Kita pun bahagia…
- Sore, somos libres –
Terang banget, ngga ada hujan which I hate since I like the rain most!!!
Kaset yang baru aja gw beli a.l: Smashing Pumpkins: Greatest hits, Rieka Roeslan Bercerita, Sore : Centralismo, Shella & The E.train: Heaven, sama Secret Garden : the earthsong.
Selera yang aneh kata teman gw. Ngga nyambung, rock, alternatif, jazz, new age, hip hop, RnB, Blues, alternative *kok diulang lagi..geblek nih..konsentrasi.. * , pop, sampe dangdut ada di semua koleksi kaset gw. Gw juga bingung sebenarnya mau gw apa yah? * Lah, kok malah nanya * Apa emang gw freak yah? Punya split personality yang gw ngga sadar. Suatu ketika gw bisa baek banget ma orang, tapi ego gw juga bisa naik tanpa limit tanpa gw sadari. Ada seorang temen yang bilang gw makhluk yang susah dimengerti sekarang, Hem..mungkin iya. Sekarang gw cenderung ngasih tahu orang ini gw yang sebenarnya, tanpa harus ditutupi. Tanpa ada sungkan. Kecuali sama beberapa kasta dalam kehidupan yang emang perlu dijunjung tinggi, dalam arti gw ngga bisa seenaknya dihadapan mereka, such as ortu, bos2 besar, etc. Tapi kalo sama orang2 disekitarku gw apa adanya banget sekarang. Mau teriak gw teriak, mau marah gw marah, mau ketawa gw ketawa, parah deh…untung sampe sekarang belum ada yang komplain sama semuanya ini. Malah beberapa temen gw lebih suka gw seperti ini. Kata mereka stey yang mereka kenal dari dulu ya yang begini. Yang apa adanya. Tapi sejak ada someone yang kepengen gw lebih dewasa tapi juga manja, kepengen gw gila tapi juga alim * yang waktu itu membuat gw bingung banget..secara nggak jelas gitu..* gw berubah. Dan ketika dunia memperbolehkan gw kembali ke selera asal *kayak iklan yah?? * disinilah gw, dengan segala kegilaan yang gw punya. Dan yang gw banggakan. Hihihi..
Bye…
Everytime you near well I try to runaway,
But when we meet seems I can let go
Everytime you leave the room
And my feet are fading like a flower
Fading like a rose
Roxette, fading like a flower –
And thruogh it all
She overs me protection
A lot of love and affection
Whether I’m right or wrong
And down the waterfall
Wherever it may takes me
I know that life won’t break me
When I came to call
She won’t forsake me
I loving angel instead
-Robbie Williams, angel –
Semua bisa bilang tak ada nafsu belaka
Tak ada yang meragukan gilanya semata
Siapapun merasa nikmat yang kurasa
Yang ada
Selagi kita berjuang meraih bahaya
Pero, somos libres siempre
Solamente por tu vas
Siapapun merasa, gila yang meradang
Yang ada, menggarang
Dan kau pun
Melayang hanyalah selingan, dan kaupun
Merasa di alam yang hitam
Siapapun bahagia
Adanya hararpan menjulang, dan kau pun
Menggapai di alam yang hitam
Kita pun bahagia…
- Sore, somos libres -
Terang banget, ngga ada hujan which I hate since I like the rain most!!!
Kaset yang baru aja gw beli a.l: Smashing Pumpkins: Greatest hits, Rieka Roeslan Bercerita, Sore : Centralismo, Shella & The E.train: Heaven, sama Secret Garden : the earthsong.
Selera yang aneh kata teman gw. Ngga nyambung, rock, alternatif, jazz, new age, hip hop, RnB, Blues, alternative *kok diulang lagi..geblek nih..konsentrasi.. * , pop, sampe dangdut ada di semua koleksi kaset gw. Gw juga bingung sebenarnya mau gw apa yah? * Lah, kok malah nanya * Apa emang gw freak yah? Punya split personality yang gw ngga sadar. Suatu ketika gw bisa baek banget ma orang, tapi ego gw juga bisa naik tanpa limit tanpa gw sadari. Ada seorang temen yang bilang gw makhluk yang susah dimengerti sekarang, Hem..mungkin iya. Sekarang gw cenderung ngasih tahu orang ini gw yang sebenarnya, tanpa harus ditutupi. Tanpa ada sungkan. Kecuali sama beberapa kasta dalam kehidupan yang emang perlu dijunjung tinggi, dalam arti gw ngga bisa seenaknya dihadapan mereka, such as ortu, bos2 besar, etc. Tapi kalo sama orang2 disekitarku gw apa adanya banget sekarang. Mau teriak gw teriak, mau marah gw marah, mau ketawa gw ketawa, parah deh…untung sampe sekarang belum ada yang komplain sama semuanya ini. Malah beberapa temen gw lebih suka gw seperti ini. Kata mereka stey yang mereka kenal dari dulu ya yang begini. Yang apa adanya. Tapi sejak ada someone yang kepengen gw lebih dewasa tapi juga manja, kepengen gw gila tapi juga alim * yang waktu itu membuat gw bingung banget..secara nggak jelas gitu..* gw berubah. Dan ketika dunia memperbolehkan gw kembali ke selera asal *kayak iklan yah?? * disinilah gw, dengan segala kegilaan yang gw punya. Dan yang gw banggakan. Hihihi..
Bye…









Recent Comments